x

Golkar Waspada Gelombang Baru Demokrasi 2029: Andika Hazrumy Ingatkan Perubahan Sistem Pemilu

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Nov 2025 19:14 28 Redaksi

CILEGON-PARLEMEN.COM, Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Kota Cilegon di Hotel Mangku Putra, Rabu, 26 November 2025, menjadi ruang konsolidasi sekaligus peringatan politik dari Ketua DPD I Golkar Banten Andika Hazrumy. Ia menegaskan bahwa Partai Golkar harus bersiap menghadapi kemungkinan perubahan besar dalam sistem Pemilu 2029.

Dalam arahannya, Andika menyebut bahwa wacana perubahan mekanisme pemilihan—baik pemilihan langsung oleh rakyat maupun pemilihan tidak langsung melalui parlemen—harus disikapi dengan kedewasaan politik. Golkar, kata dia, tidak boleh terjebak pada satu format demokrasi saja.

“Golkar harus adaptif, responsif, dan progresif. Apa pun sistem pemilu yang diputuskan negara—langsung atau melalui DPR—Golkar harus siap bersaing dan siap menang,” ujar Andika menegaskan.

Andika menilai perubahan sistem pemilihan, jika terjadi, akan memengaruhi strategi politik secara total. Model pemilihan langsung membutuhkan konsolidasi suara publik, kampanye basis, serta kerja elektoral yang masif. Sementara pemilihan tidak langsung menuntut negosiasi politik, kekuatan parlemen, dan stabilitas koalisi.

“Kader harus mampu beradaptasi di dua medan sekaligus. Kita tidak boleh hanya kuat di satu sisi,” katanya.

Ia menekankan bahwa Golkar sebagai partai besar tidak boleh bersikap reaktif. Persiapan harus dilakukan sejak dini, termasuk memperkuat struktur internal dan membaca arah kebijakan nasional.

Menurut Andika, perubahan sistem pemilihan presiden bukan lagi wacana pinggiran. Debat mengenai efektivitas pemilihan langsung, biaya politik yang tinggi, hingga efisiensi pemerintahan terus menjadi bahan diskusi nasional.

“Dinamika demokrasi ini menuntut kesiapan organisasi. Golkar tidak boleh gagap menghadapi perubahan apa pun,” ujar Andika.

Ia menegaskan bahwa sebagai partai yang berada di jajaran papan atas politik nasional, Golkar harus tampil sebagai kekuatan yang matang, mampu menerima setiap format demokrasi, dan tetap menjaga orientasi utama: kestabilan dan kesejahteraan masyarakat.

Menutup pesannya, Andika menyerukan pentingnya soliditas internal sebagai benteng menghadapi tahun-tahun menuju Pemilu 2029.

“Soliditas kader adalah modal utama. Sistem boleh berubah, tetapi kekuatan struktur tidak boleh rapuh,” katanya.

 

(Yan/Red*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x